Dalam field trip kali ini, kami sekelompok pergi ke Kampung Wisata Rungkut. Kampung tersebut pernah memenangkan lomba yang di gelar oleh Jawa Pos. Kampung tersebut menang pada kategori wilayah maju tahun 2008. Dalam kampung tersebut
, mereka melakukan pengolahan sampah. Sampah warga dikumpulkan 2 kali setiap minggu. Untuk mengolah sampah, pertama, sampah dipilah menjadi sampah plastik & sampah organik. Sampah plastik akan digunakan untuk daur ulang dan sampah organik dijadikan pupuk. Sampah plastik dapat berupa plastik dari bekas sunlight atau lainnya kemudian dipilih yang masih bagus. Mereka menggunakan metode Takakura. Metode tersebut digunakan dalam skala rumah tangga.
Metode Takakura dapat dilihat sebagai berikut :
1. Prinsip Takakura Home Method menggunakan Sistem Aerob (aliran udara)
2. Pilih Keranjang yang berlubang - lubang
3. Sekeliling Keranjang dilapisi kardus
4. Fungsi kardus adalah:
a. membatasi gangguan serangga.
b. mengatur kelembaban media
c. berpori-pori, sehingga dapat menyerap dan membuang udara & air
5. Bantal Sekam diletakkan di bawah dan di atas keranjang
6. Fungsi bantal sekam adalah:
a. Sebagai tempat mikrobakteri yang akan
mempercepat pembusukan sampah organik
b. Karena berrongga besar, maka bantal
sekam dapat segera menyerap air dan
bau sampah
c. Sifat sekam yang kering akan
memudahkan pengontrolan kelembaban
sampah yang akan menjadi kompos
7. Media kompos jadi yang berasal dari
sampah rumah tangga diisikan 1/2
sampai 2/3 bagian keranjang
8. Kompos yang ada dalam keranjang
berfungsi sebagai aktivator/ragi bagi
sampah baru.
9. Pilih kain penutup yang serat atau
berpori besar.
10. Tutupkan kain di atas bantal sekam.
11 . Tutup keranjang bagian atas
sebagai pemberat agar tidak diganggu oleh
predator (kucing/anjing).
12. Pilih tutup yang berlubang agar udara
dapat keluar masuk.
13. Cara Kerja Keranjang Takakura
a. Sampah organik baru (belum tersentuh
lalat) dalam ukuran kecil-kecil
dimasukkan ke tengah kompos, dengan
dicampur/ditusuk-tusuk agar bakteri
merata di sampah yang baru.
b. Selanjutnya ditimbun dengan kompos.
c. Ditutup bantal sekam
14. Pengontrolan
a. Kondisi kompos campuran tidak terlalu
kering/basah
b. Jika terlalu kering maka tambahkan air
(sebaiknya air cucian beras)
c. Jika terlalu basah, cukup di aduk – aduk.
d. Pengomposan dikatakan benar bila
terasa HANGAT ą suhu 60 C.
15. Panen Kompos
a. Setelah 1 – 1,5 bulan kompos sudah
dapat diambil dari tepi keranjang dan
disaring/diayak.
b. Diangin-anginkan untuk dapat sebagai
pupuk
c. Sisa ayakan dikembalikan ke keranjang
sebagai aktivator/ragi
Dampak positif terhadap lingkungan sekitar adalah kampung terlihat lebih bersih, lebih terlihat lebih rapi dan timbunan sampah jarang terlihat.
Menurut kami, "Waste is Gold" adalah ide yang paling baik untuk mendaur ulang bahan yang sudah tidak terpakai dan dijual lagi. Hal ini dapat menambah pemasukan warga sekitar yang terlihat memiliki ekonomi yang lemah. Untung bagi mereka karena telah menerapkan daur ulang yang menghasilkan uang tetapi juga membuat lingkungan menjadi lebih bersih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment