Berkunjung ke JTV

Pada field trip kali ini, selain pergi ke kampung kali rungkut, muiseum Bumimoro, dan TPS Sukolilo , kami juga pergi ke JTV di jalan Ahmad Yani. Di sana kami belajar tentang reportase. Apa itu reportase, bagaimana cara pengambilan reportase, pengeditan, hingga sampai ditayangkan di program TV. Sesampainya disana kami bertemu mbak Iva. Mbak Iva yang menjelaskan semua tentang reportase yang dilakukan di JTV. Kami juga diajak masuk untuk melihat studio yang digunakan untuk menayangkan suatu program. Mbak Iva juga menjelaskan alat-alat yanag bersangkutan dengan reportase.

Reportase adalah proses pengambilan berita di tempat kejadian pada hari itu juga. Biasanya JTV sudah mengirimkan beberapa wartawan dan reporter ke berbagai tempat di Surabaya, sehingga ketika terjadi suatu peristiwa yang tidak terduga atau tiba-tiba, wartawan dan reporter yang ada di tempat kejadian bias langsung meliput, lalu dairyman ke JTV untuk bias disiarkan ke masyarakat lewat TV. Reportase biasanya dilakukan oleh seorang wartawan dan seorang presenter.
Setelah suatu berita didapat maka berita tentang suatu kejadian tidak bias langsung ditayangkan ke televisi, tapi harus di edit dulu. Untuk mengedit, reporter yang meliput kejadian harus membuat narasi tentang kejadian yang terjadi berdasarkan 5W + 1H. Pengedit berita ada sendiri tidak bias sembarang orang. Setelah narasi jadi, kata-kata yang ditulis harus di sesuaikan dengan gambar yang muncul, karena nanti narasi itu akin dibacakan oleh orang lain dan harus sesuai dengan gambar yang akan ditayangkan.
Orang yang membacakan narasi pada saat gambar muncul disebut voice over. Seorang voice over-pun harus berlatih membaca dulu sebelumnya. Voice over berbeda dengan presenter berita. Presenter berita memang membacakan berita di depan kamera tapi bukan dia yang akan membaca narasi pada saat gambar dimunculkan.
Ada juga ruangan tersendiri untuk mengatur tayangan televisi. Kapan harus mulai, kapan harus iklan ada sendiri yang mengatur di ruangan lain selain di dalam studio tempat syuting berita. Berita pun ada susunan acara atau rundown agar teratur dan dan sesuai dengan waktu. Tidak ada yang terlalu cepat atau pun terlalu lambat.
Ada sebuah alat didalam stuio yang disebut teleporter. Teleporter adalah alat yang digunakan untuk siaran presenter tinggal membaca kalimat yang dipantulkan melalui kaca dan dibelakangnya terdapat kamera yang merekam. Jadi presenter bisa membaca sekaligus menghadap kamera, tidak perlu menunduk berkali-kali untuk membaca kertas.
Bekerja di stasiun televisi tidak mudah. Jadi, cari acara TV yang berguna untuk kita dan bias membawa manfaat bagi kita. Jangan melihat acara-acara yang tridak perlu.

Share/Save/Bookmark
Labels: , edit post
0 Responses

Post a Comment

  • Prologue

    "The fear of the LORD is the beginning of knowledge, But fools despise wisdom and instruction. -Proverbs 1:7"

    During our one day rally field trip, we visited some interesting places all over Surabaya. We went to Kampung Kalirungkut, Museum Bumimoro, JTV, and TPS Keputih. Together we've been through some unexpected journey. We learned a lot of things from our field trip. Through this blog, we want to share our experience and we hope you'll learn something from what we've provide from our research during the Field Trip. Hope you enjoy this blog!
    -From The Creators-

    Tags

    Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

    Blog Archive

    Shout It Out!

    Kali Rungkut Gallery

    Bumimoro Museum Gallery

    JTV Gallery

  • Firefox 3.6 Recommended for Best Web Experience You're settling for good when there's awesome.  Upgrade to Firefox 3.6!

    Which is the best place from this three?



    Subscribe via email

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner



    The Creators


    -oRaNGeHoLiC_aKa_SoYz-

    -m1nT.n1c3_aKa_eVa-

    -StePH_aKa_SG-

    -sTe027_aKa_GoNDo-

    -VoCaLoiD_aKa_MaLViN-

    -ChRoNo_aKa_RiChArD-