Pada tanggal 12 Januari 2010, kami sekelompok mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Museum Bumimoro. Di sana kami mendaptkan banyak informasi yang berguna. Pada museum Bumimoro, kami dijelaskan mengenai seluk beluk kapal perang. Kami juga melihat diajak melihat berbagai replika senjata dan kapal perang pada masa kemerdakaan.
Ternyata, Daya angkut sebuah kapal dapat ditentukan dari besarnya volume air yang dipindahkan oleh badan kapal . Semakin besar air yang dipindahkan oleh badan kapal semakin besar pula daya angkut kapal . Perpindahan air ini disebabkan oleh adanya volume udara yang besar didalam lambung kapal , sehingga badan kapal yang tervuat dari besi memiliki masa jenis total yang lebih kecil dari air .
Miniatur : Model - model kapal yang ada di tempo dulu.
Bila kapal mendapat muatan lebih , badan kapal akan semakin turun ke bawah , hal ini menyebabkan semakin banyak udara / badan kapal yang menekan air laut , mengakibatkan daya apung yang semakin besar untuk mengimbangi beban . Kapal akan tetap aman bila pemuatan tidak sampai membuat batas permukaan laut berada di atas geladak kapal / lambung , bila hal ini terjadi berarti kapal berada dalam keadaan tengelam / kelebihan muatan .
Kapal perang tentu tidak seperti kapal biasa. Banyak faktor yang menentukan kekokohan kapal. Kapal tersebut harus memiliki suatu spesifikasi yang lebih tinggi dari kapal biasa , salah satu yang perlu diperhatikan adalah kecepatan . Suatu kapal yang memiliki beban berat akan mempunyai kecepatan maksimum yang rendah sehingga menghambat kemampuan taktis kapal perang . Hal ini menuju kepada beban maksimum kapal perang , beban harus diatur sedemikian agar kecepatan kapal masih dalam batas operasional yang efektif .
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa semakin berat beban kapal , badan kapal akan semakin turun . Hal ini mengakibatkan semakin besar luas penampang lambung kapal yang bersinggungan dengan air laut , menyebabkan semakin besar gaya gesek badan kapal dengan laut , yang kemudian membuat kecepatan kapal turun .
Kokoh : Kapal Perang yang cukup terstruktur agar tetap seimbang selama pertempuran.
Suatu kapal yang kokoh memerlukan konstruksi rangka yang kuat , yang terutama tergantung dari bahan penyusun kerangka kapal . Material penyusun kerangka dapat dibuat dari sintesis baja – titanium . Peletakan kerangka pada bagian-bagian yang vital dapat menambah kekokohan kapal , namun dilihat dari material yang digunakan ( umumnya sangat berat ) untuk kerangka , kerangka yang terlalu besar dapat mengakibatkan kapal memiliki badan yang terlalu berat , mengakibatkan daya angkut yang kecil . Hal ini berarti peletakan kerangka harus effektif pada tempat-tempat yang mendapat beban berat .
Selanjutnya kekokohan kapal juga dilihat dari ke-hidrodinamis-annya . Kapal tersebut harus mampu menahan terjangan air yang keras pada kecepatan tinggi dan mampu menjaga arah dan kestabilannya . Hidrodinamis suatu kapal dilihat dari bentuk lambung kapal , terutama bagian ujung kapal . Bagian paling bawah kapal umunya didesain lebih berat agar memberikan efek kapal ‘tertanam’ di laut , sehingga lebih tahan goyangan . Lambung bagian depan dapat diberi suatu garis-garis lekukan pengatur aliran agar aliran air dapat lebih mengutungkan kapal (Hidrodinamis) .
Kami juga diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Kampung bersih di Rungkut. Di sana kami dapat melihat kehidupan sederhana yang mengutamakan gotong royong. Kami diajak untuk melihat sebuah sumur yang telah lama dibuat oleh nenek moyang mereka. Mereka masih menggunakan sumur tersebut untuk berbagai keperluan seperti mencuci baju, mandi, dan lain-lain.
Sumur : Salah satu sumber air yang dulu digunakan dan sekarang hanya tersisa sedikit sekali karena kualitas kebersihannya berkurang.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat sumur air yang baik. Salah satunya adalah dengan memilih lokasi sumur yang baik. Sebaiknya, sumur tersebut tidak berdekatan dengan wc / toilet / kamar mandi agar tidak terjadi kontaminasi saluran pembuangan dengan jaringan sumur air tanah. Jarak yang tepat untuk memisahkan antara lubang sumur air yang akan dibuat dengan toilet yang terdekat adalah minimal 5 meter jika tanah di sekitar lokasi adalah tanah liat dan minimal 7,5 meter jika tanahnya berpasir.
Selain masalah penempatannya, konstruksi sumur juga harus memenuhi standar. Dengan membuatDinding tembok bagian atas pada 3 meter dari permukaan tanah agar tidak terjadi perembesan air dari permukaan tanah yang akan merusak dan mengkontaminasi kualitas air bersih. Pada bagian atas sumur air / sumur bor diberi tutup supaya tidak kemasukan kotoran yang bisa merusak air yang bersih menjadi kotor.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Post a Comment