>> Continue Reading...
-Blog Intro-
Labels: About Us, Art, Bahasa Indonesia, Biology, Civic, English, Fisika, Geography, History, IT, Kimia, Mathematics, Music, TPA 0 comments |
Jacobus Team : From left to right : Mr Andy, Malvin, Stephanie G, Eva, Yosephine, Stephen G, Richard
>> Continue Reading...
Jadi ada beberapa penjelasan dan istilah - istilah yang cukup sering terdengar seperti reportase, editing, dan liputan. Jadi apa sih arti kata - kata di atas tadi? Yuk kita lihat satu per satu.
Kalau kita dengar kata - kata reportase apa sih yang terlintas di pikiran kita? Dalam hal ini reportase berarti proses pengambilan suatu event dan disiarkan secara langsung pada hari atau waktu yang sama secara on air.
Lalu gimana sih proses mengambil berita di suatu tempat? Prosesnya tidak terlalu rumit sebetulnya hanya saja perlu kesabaran jika kita mau mendapatkan suatu hasil yang bagus mulai dari penyortiran gambar / video - video hingga Voice Over. Yang menjadi permasalahan adalah saat mencari bahan untuk liputan harus ada jumlah reporter yang harus tersebar dimana - mana dan biasanya yang dibuat artikel harus mengandung 5W 1H dimana hal itu adalah inti permasalahan yang dibutuhkan agar berita yang tersampaikan akurat. Dari video yang sudah diedit itu, proses selanjutnya ada pada ruang sub kontrol dimana semua video yang sudah jadi akan diatur kapan keluarnya maupun diputus sementara. Lalu dari ruangan itu akan dibawa ke master control room akan melangsungkan siaran tersebut agar sampai pada penonton.
Hal berikut yang penting untuk kita lihat adalah alat - alat dalam studio salah satunya adalah Teleporter. Alat ini merupakan alat yang penting bagi setiap stasiun karena alat ini mempermudah saat seseorang memerlukan membaca suatu berita sambil fokus pada kamera. Teks yang muncul pada layar lcd akan dipantulkan pada kaca yang dipasang pada kamera sehingga pembawa berita bisa membaca sambil fokus pada kamera.
Banyak hal yang bisa kita pelajari dari perjalanan di JTV. Terkadang tidak nyangka kalau membuat acara bisa sepanjang ini, jadi untuk sesuatu yang besar pasti ada proses yang cukup panjang!
>> Continue Reading...
Proses pencarian berita terbilang rumit karena JTV harus mewakilkan reporter di berbagai wilayah (di titik-titik tertentu saat ada kejadian diliput). Lalu, peristiwa diambil, dan dicari infonya sesuai dengan 5W 1H. Informasi tersebut diproses, dibuat narasi, dan mengedit video yang akan ditampilkan. Setelah itu dilakukan Voice Over gunanya untuk menyesuaikan antara gambar dan narasinya. Hasil edit ini bawa ke ruang sub kontol untuk menentukan segmen-segmen yang akan dimunculkan. Setelah itu hasil susunan acara tersebut dibawa ke ruang konrol utama. Darin ruangan inilah acara tersebut bisa kita nikmati dari layar televisi.
JTV memiliki ruang berita dan ruang untuk produksi. Di dekat setiap ruangan itu selalu ada ruangan lain yang berada di sebelahnya, itu gunanya untuk mengontrol jalannya acara dang sebagai ruangan sub konrol. Kedua ruangan ini tidak luas tapi di dalam ruangan ini bisa digunakan untuk berbagai acara sekaligus. Dengan keahlian sang kameramen, dia bisa membuat ruangan ini terlihat luas. Padahal sebenarnya tidak.
Banyak alat-alat yang bisa kita temui di JTV, contohnya teleoporter. Teleporter adalah alat yang biasanya digunakan untuk pembawa acara saat membawakan acaranya. Kita bisa membaca teks bacaannya dan sekaligus menatap kamera. Dibawah kamera terdapat teks bacaan, dibawah teks bacaan terdapat kaca yang memantulkan tulisan pada monitor, dan kamera terletak tepat pada pantulan tulisan tersebut. Dengan cara ini, sang pembawa acara terlihat sangat bagus dalam membawa acaranya.
Banyak yang dapat kita pelajari dari kunjungan kita ini. Ternyata menyiarkan sesuatu tidak semudah menonton televisi. Itu membutuhkan proses yang sangat panjang. Oleh sebab itu, kita harus menghargai kerja keras para kru televisi. Maju terus JTV!
Banyak alat-alat yang bisa kita temui di JTV, contohnya teleoporter. Teleporter adalah alat yang biasanya digunakan untuk pembawa acara saat membawakan acaranya. Kita bisa membaca teks bacaannya dan sekaligus menatap kamera. Dibawah kamera terdapat teks bacaan, dibawah teks bacaan terdapat kaca yang memantulkan tulisan pada monitor, dan kamera terletak tepat pada pantulan tulisan tersebut. Dengan cara ini, sang pembawa acara terlihat sangat bagus dalam membawa acaranya.
Banyak yang dapat kita pelajari dari kunjungan kita ini. Ternyata menyiarkan sesuatu tidak semudah menonton televisi. Itu membutuhkan proses yang sangat panjang. Oleh sebab itu, kita harus menghargai kerja keras para kru televisi. Maju terus JTV!
>> Continue Reading...
Mbak Iva menjawab dan menjelaskan jawaban secara jelas dan padat pada setiap pertanyaan yang kami berikan. Menurut Mbak Iva, apa yang dimaksud dengan reportase? Reportase adalah pengambilan suatu acara dan disiarkan secara langsung dalam hari dan waktu yang sama secara on air.
Lalu Mbak Iva menjelaskan segala - galanya tentang proses pembuatannya. Pertama, reporter disebarkan di berbagai wilayah, lalu mengambil mengambil peristiwa tersebut dan menganalisisnya menggunakan 5w 1h. Setelah itu, informasi tersebut diedit. Lalu diberi voice over sambil disesuaikan dengan narasi, suara dan gambarnya. Setelah itu, video hasil editan dibawa ke ruang subkontrol dan ditayangkan sesuai dengan keinginan produser untuk menempatkan di segmen tertentu. Lalu disiarkan ke pemirsa dirumah.
Setiap studio memiliki ruangan subkontrol tersendiri guna mengontrol jalannya suatu acara. Di studio tempat menampilkan berita, terdapat teleprompter. Alat ini merupakan kamera yang memiliki layar LCD di bawahnya, lalu ada sebuah kaca tembus pandang yang dapat memantulkan tulisan dari layar LCD tersebut. Dengan begitu, pembaca berita dapat membaca tulisan dengan menatap kamera.
Saya belajar banyak hal yang belum saya ketahui tentang seluk beluk studio dan alat - alatnya. Untuk membuat sebuah acara dibutuhkan kerja keras dan proses yang rumit.
>> Continue Reading...
