Conserve Our Earth!

Seperti yang kita ketahui sumber daya alam sangat dibutuhkan oleh semua manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi ada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui atau digantikan. Karena itu kita harus bisa menjaga sumber daya alam itu dengan menggunakannya secara bijaksana. Tidak dengan semau kita sendiri tanpa memperdulikan aturan yang ada.
 
Tanaman Toga : Salah satu cara Kampung Kali Rungkut untuk menjaga kehijauan mereka.


Jika kita menggunakan sumber daya alam semau kita sendiri itu dapat memberi dampak yang buruk. Misalnya, pada kasus Lumpur Lapindo. Sumber daya alam juga ada yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi. Kalaupun bisa, butuh waktu yang sangat lama. Selain itu kita dapat merusak lingkungan disekitar kita. Namun, ada juga sumber daya alam yang dapat di daur ulang. Sumber daya alam yang dapat di daur ulang contohnya adalah plastik dan kertas. Di bawah ini adalah artikel tentang satu kampung yang memenangkan lomba green and clean di Surabaya karena kebersihan kampungnya. Selain itu mereka juga melakukan daur ulang plastik dan kertas. Untuk mengetahui kelanjutannya silahkan dibaca..

Ibu - Ibu : Dalam hal ini Ibu - Ibu setempatlah yang mengerjakan sebagian besar perubahan kampung mereka ini.


Kampung kali rumput adalah kampung yang memenangkan lomba green and clean di Surabaya. Di kampung ini meskipun jalannya kecil kebersihannya tetap terjaga tidak ada sampah yang berceceran di sepanjang jalan. Selain itu ada banyak sekali macam tanaman yang ditanam sepanjang jalan dan depan rumah warga. Tanaman itu dapat dijadikan obat untuk berbagai penyakit. Selain tanaman yang beraneka macam kampung ini juga mendaur ulang pastik dan kertas. Dari daur ulang yang mereka lakukan mereka dapat membuat berbagai macam barang yang dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Seluruh warga kampung kali rungkut merupakan warga yang antusias untuk melakukan daur ulang ini. Cara untuk mendaur ulang plastik dan kertas pun berbeda.

Tangan Rajin Menghasilkan Sesuatu : Tas yang dihasilkan dari plastik bekas.



Untuk mendaur ulang plastik mereka mengumpulkan plastik dari warga. Setiap orang di kampung semua plastik bekas yang telah mereak pakai. Misalnya seperti plastik sabun mereka tidak membuangnya tapi mereka dikumpulkan. Begitu juga plastik bekas makanan tidak dibung. Setelah itu semua plastik yang ada di kampung itu dikumpulkan jadi satu untuk didaur ulang. Pertama-tama mereka mencuci semua plastik yang terkumpul dengan bay clean sampai plastik itu tidak berbau sama sekali. Mencuci plastik ini butuh waktu lebih lama karena harus dipastikan plastik yang akin didaur ulang tidak bau makanan ataupun berbau sabun. Setelah dicuci, semua plastik-plastik itu dikeringkan. Setelah semuanya kering, plastik-plastik itu dipotong sesuai dengan pola yang diingikan. Lalu mereka mulai menjahit plastik-plastik itu menggunakan benang untuk dijadikan barang. Menjahit plastik-plastik ini membutuhkan waktu 1 jam, jadi tidak terlalu lama.



Bisa Dijual : Hasil daur ulang bisa dijual untuk kebutuhan sehari - hari seperti kertas, tempat pensil, dan lain - lain.



Hasil dari daur ulang plastik ini ada bermacam-macam. Ada tas kecil, tas kosmetik, sandal, kotak pensil , dan lain sebagainya. Harga yang diberikan juga bermacam-macam ada yang berharga 15.000 sampai 60.000 sesuai dengan besar kecilnya suatu barang. Barang-barang ini tidak hanya dikonsumsi atau iguana sendiri tapi juga dijual ke orang lain. Yang melakukan daur ulang ini adalah ibu-ibu di kampung tersebut.



Selain plastik kampung kali rungkut juga melakukan daur ulang kertas. Cara mendaur ulang kertas dengan plastik berbeda. Cara mendaur ulang kertas, pertam kali kertas-kertas bekas di kampung tiu dikumpulkan kemudian direndam dengan air dan dijadikan bubur kertas. Setelah itu bubur kertas yang sudah jadi diberikan lem agar dapat menempel. Setelah itu bubur kertas diambil dan ditaruh ke dalam cetakan untuk dijadikan barang yang diiinginkan. Hasil dari daur ulang kertas ini bermacam-macam ada pigura, amplop, bhakn dijadikan kertas lagi. Barang-barang hasil daur ulang yang sudah jadi ini tidak hanya digunakan sendiri tapi juga dijual ke orang lain. Harga yang diberikan pun berbeda sesuai dengan ukuran barang.


Keliling Rumah : Banyak tanaman toga yang ditanam dalam pot dan ditaruh di luar rumah sebagai dekorasi serta hasil panen mereka.


Menurut mereka, kesulitan yang dialami adalah masalah waktu. Karena meraka tidak mempunyai target dalam mengerjakan daur ulang ini jadi waktu yang diperlukan untuk menjadikan suatu barang tidak pasti. Selain itu keuntungan yang didapat oleh warga kampung kali rungkut ini adalah mereka bisa mandiri dan bertanggung jawab dalam membersihkan kampung. Selain itu mereka juga semakin peduli dengan alam sekitar mereka.

Share/Save/Bookmark
Labels: , edit post
0 Responses

Post a Comment

  • Prologue

    "The fear of the LORD is the beginning of knowledge, But fools despise wisdom and instruction. -Proverbs 1:7"

    During our one day rally field trip, we visited some interesting places all over Surabaya. We went to Kampung Kalirungkut, Museum Bumimoro, JTV, and TPS Keputih. Together we've been through some unexpected journey. We learned a lot of things from our field trip. Through this blog, we want to share our experience and we hope you'll learn something from what we've provide from our research during the Field Trip. Hope you enjoy this blog!
    -From The Creators-

    Tags

    Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

    Blog Archive

    Shout It Out!

    Kali Rungkut Gallery

    Bumimoro Museum Gallery

    JTV Gallery

  • Firefox 3.6 Recommended for Best Web Experience You're settling for good when there's awesome.  Upgrade to Firefox 3.6!

    Which is the best place from this three?



    Subscribe via email

    Enter your email address:

    Delivered by FeedBurner



    The Creators


    -oRaNGeHoLiC_aKa_SoYz-

    -m1nT.n1c3_aKa_eVa-

    -StePH_aKa_SG-

    -sTe027_aKa_GoNDo-

    -VoCaLoiD_aKa_MaLViN-

    -ChRoNo_aKa_RiChArD-